PORTALBMR, KOTAMOBAGU — Kasak-kusuk mengenai dugaan perselingkuhan yang menyeret nama salah satu oknum pejabat pendeta muda (Pdm Gereja Aliran Kharismatik di Kotamobagu, Zh alias Valen menjadi sorotan di kalangan jemaat.
Informasi mengenai dugaan tersebut telah menjadi pembicaraan di lingkungan jemaat, selain itu, Persoalan dugaan selingkuh bukan hanya menyangkut kehidupan pribadi seorang pejabat gereja, tetapi juga menyentuh aspek integritas, keteladanan, kepercayaan jemaat, serta kredibilitas pelayanan.
Persoalan ini membuat sejumlah jemaat merasa resah. Bahkan, kondisi tersebut disebut berdampak pada kehidupan pelayanan, di mana tidak sedikit jemaat memilih meninggalkan persekutuan, sementara sejumlah pelayan tuhan disebut enggan, atau memilih tidak lagi terlibat dalam pelayanan di gereja tersebut.
Sumber resmi kepada redaksi media mengatakan, terungkapnya persoalan ini saat suami oknum pdm Zh alias Valen mendatangi tempat diduga menjadi tempat pertemuan mereka di kompleks wilayah rumah wakil kepala daerah. Setelah dilokasi, suami mendapati oknum Pdt diduga sedang “asik”berduaan didalam mobil bersama seorang lelaki diduga Driver wakil kepala daerah di BMR. Sontak saat itu, suami oknum PDM yang didampingi temannya kaget.
Temuan dugaan perselingkuhan oknum pendeta muda (pdm) Zh alias Valen yang ditemukan suami beredar dan membuat resah jemaat. Sejumlah jemaat mendorong Persoalan ini harus secepatnya di klarifikasi dan pembuktian otorisasi tertinggi gereja.
“Persoalan ini harus dijelaskan, jangan sampai persoalan yang belum terang justru berkembang menjadi fitnah atau penghakiman terhadap seseorang. Tapi ini menjadi Persoalan serius bagi jemaat gereja Aliran Kharismatik di Kotamobagu yang dipimpin Pdt ADS,” ucap sumber jemaat gereja.
Sumber juga menjelaskan Tata kelola Gereja Mengatur Persoalan Integritas Pejabat
Dalam Tata Gereja Edisi 2021, ketentuan disiplin gereja mengatur berbagai bentuk pelanggaran pejabat. Bahkan, pada jenis pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pembebasan tugas secara tetap (pemecatan), tercantum antara lain melakukan perzinahan dan melakukan penyimpangan hubungan seksual.
“Dengan demikian, apabila suatu dugaan pelanggaran menyangkut pejabat sakahbsatu gereja di Kotamobagu benar-benar terbukti setelah melalui mekanisme pemeriksaan organisasi. Aturan tersebut sangat mengingat dan jelas,” ucapnya
Lanjutnya, Tata Gereja juga menempatkan pejabat gereja dalam kerangka pembinaan dan pertanggungjawaban organisasi. Gerja sendiri menekankan pentingnya pemberdayaan pejabat agar menjadi pribadi yang berguna dan membantu warga jemaat bertumbuh.
Jemaat Berhak Mendapat Kejelasan
Di tengah informasi yang berkembang, pertanyaan yang muncul bukan semata-mata siapa benar dan siapa salah.
Sumber mewakili jemaat mendorong otoritas gereja di Kotamobagu untuk menjelaskan dan mengklarifikasi secara internal, dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dan mengambil langkah pastoral dan organisatoris.
Pentingnya klarifikasi agar jemaat mendapat kepastian. Meski dalam kondisi ketidak nyamanan jemaat, organisasi gereja harus memastikan bahwa pelayanan kepada jemaat tetap berjalan dengan integritas dan keteladanan.
Transparansi dan keterbukaan sangat penting dalam menyikapi informasi yang berkembang ini. Jika memang tidak benar, maka klarifikasi yang terbuka dan bijaksana penting dilakukan, agar nama baik pihak yang dituduh tidak terus menjadi korban dan jemaat mendapat kepastian yang utuh.
Sebaliknya, jika terdapat bukti yang cukup mengenai pelanggaran, maka organisasi gereja juga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan mekanisme disiplin sesuai Tata Gereja.
Menurut sumber hal ini penting dilakukan dengan bijaksana, karena gereja bukan hanya tempat ibadah. Gereja adalah tempat umat mencari Tuhan, mendapatkan penggembalaan, membangun keluarga rohani, dan mempercayakan kehidupan spiritual mereka kepada para pemimpin serta pelayan Tuhan.
“Karena itu, ketika muncul dugaan persoalan moral yang diduga melibatkan pejabat gereja, dampaknya dapat jauh lebih luas. Pimpinan gereja disegerakan meluruskan hal ini. Klarifikasi secara objektif, pastoral, dan sesuai aturan organisasi jauh lebih baik daripada membiarkan jemaat terus bertanya-tanya. ,” ucap sumber resmi.
Hingga berita ini di publish pimpinan gereja Pdt ADS saat dihubungi belum memberikan keterangan, namun media selalu bersedia dan terbuka menerima hak jawab dan koreksi
PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita Portal Berita Bolaang Mongondow Raya