Berantas PETI..! Pegiat Anti Korupsi Minta Tim Satgasus Transparansi Dan Jangan Pilih Kasih

PORTALBMR, BOLTIM – Maraknya aktivitas Pertambangan Emas tanpa izin PETI di wilayah Sulawesi Utara, khususnya di kabupaten Bolmong Mongondow Raya (BMR) menggunakan alat berat jenis excavator membuat kondisi lingkungan terus terancam.

Meski pemerintah daerah dan aparat kepolisian sudah melakukan penindakan hukum. Polda Sulut, polres di wilayah kabupaten/kota, bahkan Dinas kehutanan, DLH, ESDM provinsi Sulut sudah memberikan surat peringatan keras dilarang melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI). Tapi semua itu tak membuat para pemburu emas dan cukong berhenti.

Dampak akibat pertambangan emas tanpa izin (PETI), kerusakan hutan dan ancaman lingkungan dan ekosistem semakin meluas tak terkendali. Kerusakan hutan tersebut dapat memicu bencana alam, perubahan iklim, dan hilangnya tempat tinggal hewan.

Yang mencengangkan, aktivitas PETI di BMR Ikut melibatkan oknum Warga Negara Asing (WNA), bahkan modus lainnya, warga lokal dan warga dari luar daerah ikut di biayai “Donatur” untuk mengelola aktivitas PETI skala besar di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Para Aktivis pegiat Anti korupsi, LSM, Ormas dan pemerhati lingkungan di kabupaten Bolaang Mongondow Raya terus menyoroti aktivitas PETI. Mereka berharap pengelolaan sumber daya alam (SDA) di BMR harus sesuai regulasi yang diatur dalam Undang-undang.

Sejak tiga pekan kemarin warga kabupaten BMR dikabarkan Kehadiran Tim Satgasus dengan Sprint khusus. Tentunya, kehadiran tim Satgasus menjadi harapan masyarakat, agar hutan produksi terbatas (HPT) dan perkebunan masyarakat tetap terlindungi, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga dari keserakahan pelaku pemburu emas di tanah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Harapan masyarakat adanya penindakan hukum yang tegas nampak mulai nyata.  Terbukti, Tim Satgasus telah bergerak melakukan penindakan hukum kepada pelaku PETI. Penindakan PETI sudah di mulai di wilayah Batu Kilat (Hulu Tobayagan, Bolaang Mongondow Selatan) dan PETI Oboy (Desa Pusian, Dumoga, Bolaang Mongondow) sudah di tindak.

Dalam penindakan Tim Satgasus juga telah mengamanatkan satu unit alat excavator ke gudang penampungan barang bukti kejaksaan negeri Kotamobagu. Selain itu ada oknum WNA sedang dalam proses penyelidikan.

Meski tim Satgasus yang dipimpin Kolonel Inf Muhamad Rizal telah menindak dua titik lokasi PETI dengan operasional skala besar. Namun para pelaku PETI di BMR seakan tak gentar adanya Tim Satgasus, wilayah aktivitas PETI yang diduga menggunakan oknum WNA masih terus saja beroperasi.

Selain mensupport, LSM, ormas dan pegiat Anti korupsi sulut meminta tim Satgasus transparasi ke publik. Karena sampai saat ini, tim Satgasus belum melakukan konfresnsi pers terkait penindakan hukum PETI di dua lokasi dan kabupaten berbeda.

“Hingga kini belum ada transparansi publik terkait pendidikan hukum PETI batu kilat kabupaten Bolsel dan PETI Oboy kabupaten Bolmong. Publik harus tau, berapa tersangka dan apa -apa yang ditemukan tim Satgasus di dua lokasi PETI skala besar yang berbeda itu, semua harus diungkap. Konfresnsi ini penting untuk menghindari opini liar tentang tim Satgasus dibawa pimpinan kolonel inf Muhamad Rizal,” Ucap Robby Menery pegiat Anti Korupsi Sulawesi Utara.

Robby Menery juga meminta tim Satgasus tetap tegak lurus dalam menjalankan Sprint Satgasus (Surat Perintah Satuan Tugas Khusus) penindakan Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Spint tersebut harus dilakukan secara tegas dan terpadu untuk menghentikan kerusakan lingkungan serta kerugian negara. Langkah mendesak yang perlu dijalankan meliputi penegakan hukum tanpa pandang bulu, koordinasi lintas sektor, dan pemulihan ekosistem.

“Demi menjaga kepercayaan publik, tim Satgasus bersama dirjen yang terkait segera melakukan konfresnsi pers, ungkap fakta-fakta di dua titik lokasi yang di tindak. Belum adanya Konfresnsi pers, opini publik makin terus terbangun, penindakan hukum tim Satgasus seakan terhenti dan berkesan pilih kasih,” Ucap Robby Menery.

Terkait keterlibatan WNA yang diduga banyak terlibat dalam aktivitas PETI. Pegiat Anti Korupsi Sulawesi Utara Robby Menery menanti gebrakan tim Satgasus di lokasi PETI lainnya.

“Kita support sambil memantau, apa aktivitas PETI di Hutan Produksi Terbatas (HPT) Garini dan aktivitas PETI ci glory di kabupaten Boltim yang diduga melibatkan oknum WNA dan oknum anggota bisa ditindak tim Satgasus. Kita tunggu saja,”Tambahnya.

Hingga berita ini di publish, redaksi media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait dan siap menerima hak jawab dari yang berkompeten.

Check Also

Kawal Tragedi Maut Aktivis 98 Menyurat Ke Kapolri, DPR-RI Komisi III, Divisi Propam Mabes Polri dan Ombudsman RI

PORTALBMR, KOTAMOBAGU – Peduli jaminan serta kepastian hak 9 keluarga Korban meninggal dan lainnya masih …