PORTALBMR BOLMONG – Meski berbagai dampak bencana banjir yang melanda di desa bakan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan PT JRBM, warga desa Bakan kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tetap diam.
Senin,5 Mei 2026 PT JRBM telah menggunakan personil polri untuk menutup lokasi manual pertambangan rakyat seluas 6,3 hektar yang menjadi penopang hidup mereka.
Saat ini lokasi yang menjadi penghidupan masyarakat ditutup, bahkan, informasi yang beredar perusahaan PT JRBM memerintahkan porak-porandakan wilayah tambang masyarakat.
“Dulu kami dibujuk rayu oleh perusahaan bahwa lahan kami akan di kompensasi, dan menjanjikan kami akan di sediakan areal untuk pertambangan warga desa Bakan. Nyatanya hingga hari ini janji PT JRBM untuk lahan tambang rakyat tidak ada. Ketika kami melakukan aktivitas tambang manual di areal kami sendiri, PT JRBM mengunakan aparat untuk mengusir kami dan menutup lokasi kami. Jika diam harus menanggung derita lebih baik bergerak untuk mempertahankan hidup,” ungkap Warga.
“Kita sudah merdeka, Jangan ada warga asing dari perusahaan China yang menindas dan menjajah kita sebagai warga pribumi yang bertahan mencari kehidupan di tanah kita sendiri,” tambah warga.
Kegiatan penertiban di lokasi warga desa bakan berkaitan dengan kepentingan PT JRBM untuk melakukan pengukuran lahan. Pihak PT JRBM terinformasi akan melakukan pengukuran sepihak dengan mengunakan teodolit.
“Informasi akan ada pengukuran sepihak oleh PT JRBM menggunakan teodolit. silahkan PT JRBM melakukan pengukuran lahan mereka menggunakan teodolit, tapi jangan melakukan pengukuran teodolit tapi pengukuran nya akan melintasi lahan kita, kalau itu dipaksakan oleh PT JRBM pasti lahan kami akan tersayat. Jika itu tetap dilakukan oleh perusahaan PT JRBM, kami tidak akan diam.” Ucap pemilik lahan.
Hingga berita ini di publish pihak PT JRBM belum memberikan keterangan dan masih dalam upaya konfirmasi.
PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita Portal Berita Bolaang Mongondow Raya