Desa Kobo Kecil di Kotamobagu Bakal Jadi Destinasi Wisata

PortalBMR, KOTAMOBAGU –  Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Senin. (9/10/2017),  bertempat di bali peretmuan Desa Kobo Kecil  Kecamatan Kotamobagu Timur, melakukan sosialisasi pembentukan desa wisata

Tujuan sosisalisasi disbudpar. Yakni, untuk pengembangan sektor pariwisata yang ada dikotamobagu melalui pembentukan desa wisata. Sementara salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa wisata, yaitu Desa Kobo Kecil.

Pembentukan desa wisata langsung disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu Moh. Agung Adati, ST, M.Si, yang didampingi sejumlah staf Disbudpar kotamobagu.

Kegiatan sosialisasi desa wisata tersebut, di hadiri oleh Kepala Desa beserta perangkat desa, lembaga adat, BPD dan masyrakat khususnya warga Kobo Kecil. Sosialisasi ini juga dihadiri Anggota
DPRD Kotamobagu. Anugerah Begie Chandra Gobel, SE.,MAP.

Kepala dinas disbudpar Kotamobagu Moh. Agung Adati menjelaskan secara keselurahan. Yakni, tentang konsep pengembangan pariwisata  melalui pembentukan Desa Wisata berbasis pemberdayaan masyarakat (Community Based Tourism). Karena konsep tersebut sangat tepat diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Kota Kotamobagu.

Lanjutnya untuk mengembangkan desa wisata, harus melibatkan peran serta masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengelolaan Desa Wisata. Peran masyarakat juga diharapkan mampu
menganalisis peri kehidupan dan masalahnya, serta mencari solusi
berdasarkan kemampuan dan keterbatasan yang dimilikinya.

Kepala dispudpar juga berharap. Masyarakat juga mampu menstimulasi untuk mengembangkan usahanya sendiri dengan segala kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki, dan mengembangkan sistem untuk mengakses sumberdaya yang diperlukan. Jelas Agung Adati.

Sosialisasi desa wisata berlansung selama 2 jam, dan mendapat respon positif dari seluruh peserta yang hadir. Dikesempatan pandangan masyarakat terkait dengan desa wisata. Hi.Ahadin Paputungan (Mantan Sangadi) mewakili tokoh masyarakat ikut berbicara dan mendorong agar program ini segera diimplementasikan.

”masyarakat Kobo Kecil harus merespon niat baik ini, karena akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat”, himbau Ahadin.

disbudpar3

Hi. Rais Akasi, SE, pegawai salah satu BUMN terkemuka di Kotamobagu, juga mengapresiasi atas ditetapkannya Desa Kobo Kecil sebagai Desa Wisata. “ini adalah sebuah penghargaan bagi masyarakat Kobo Kecil, sehingga ia mengajak masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan program Desa Wisata”, Ujar Rais

Dikesempatan yang sama, Kepala Desa Kobo Kecil Refli Ginintu, SE menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil musyawara di tingkat desa telah disepakati untuk pembebasan lahan dilokasi destinasi akan dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

“Ada tiga tempat yang akan di bebaskan, yaitu lokasi resting area, lokasi parkir dan lahan disekitar destinasi. Selain itu akhir tahun ini akan dilakukan renovasi jembatan gantung yang menjadi akses menuju lokasi air terjun, terang Refli. Ia juga meminta agar warga yang lahannya akan dibebaskan, tidak mempersulit prosesnya karena ini untuk kepentingan bersama, tutup Refli.

disbudpar2

Anggota DPRD Kota Kotamobagu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Anugerah Begie Chandra Gobel, SE. MAP, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik rencana pemerintah kotamobagu. Iya-pun meminta, agar pemerintah desa menunjang pengembangan objek melalui pemanfaatan dana desa. Apalagi tenggat waktu penggunaan dana desa praktis tinggal dua bulan kedepan. Kata Bagie

Lebih lanjut Begie mendorong agar Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kotamobagu (TP3K), segera mengusulkan anggaran Tahun 2018. Untuk mendukung program Kepariwisataan sesuai dengan tupoksi masing-masing SKPD untuk dibahas bersama DPRD KK. Selain itu Begie meminta agar Disbudpar dapat melaksanakan work shop untuk memantapkan kesiapan masyarakat mengelola Desa Wisata, tutup Begie.

Sudirman Mamonto sebagai anggota lembaga adat Desa Kobo Kecil juga menyampaikan potensi wisata yang ada di desa kobo kecil. Selain air terjun dan goa alam, Di Desa Kobo Kecil juga terdapat potensi wisata lain berupa hutan, sungai, dan sekitar 5 s/d 7lokasi air terjun yang berada di areal perkebunan masyarakat KoboKecil. Jar5knya pun hanya berkisar 4 s/d 5 kilometer dari lokasi Air TerjunMolipungan. Ia juga berharap instansi teknis dapat melakukan survey untuk menilai apakah potensi tersebut bisa dikembangkan.

Diakhir acara kepala disbudpar Moh. Agung Adati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas respon positif masyarakat, dan berharap agar segera dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan
Kelompok Sanggar Seni untuk mendukung program Desa Wisata.

Kelompok ini menjadi bagian penting dalam mesukseskan Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan). “Pemahaman dan pengamalan Sapta Pesona menjadi syarat penting bagi masyarakat untuk mengelola Desa Wisata, Tutup Agung. (*ra*)

Bagikan

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Diduga Lakukan Penganiayaan, 2 Warga Kakaskasen II Diamankan Tim Resmob Polres Tomohon

PortalBMR, SULUT – Tim Resmob Polres Tomohon mengamankan tersangka pelaku ...