Theres Mantan Caleg Diduga Kendalikan PETI Panorama Lanut

PORTALBMR BOLTIM – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), provinsi Sulawesi Utara, terus menjadi incaran investor pemburu emas. Selain kabupaten daerah lain, kabupaten Boltim telah mendapat persetujuan 25 titik blok wilayah pertambangan rakyat (WPR dari kementerian ESDM berkat perjuangan gubernur Sulut Yulius Stevanus Komaling (YSK).

Selain 25 blok WPR, khusus Desa Lanut di kabupaten Boltim, sebelumnya desa lanut telah memiliki koperasi KUD Nomontang seluas ±215,10 hektare. Termasuk kawasan yang dikenal sebagai “Eks Panorama”masuk dalam wilayah konsesi IUP KUD Nomontang. terdapat di kawasan perbukitan Apolo.

Menariknya, kawasan KUD Nomontang telah mendapat surat dari Pemkab Boltim Nomor 800/Setda.kab/1010/IX/2026. Permohonan penundaan sementara aktivitas/kegiatan KUD Nomontang Lanut yang berada di permukiman warga.

Lebih mencengangkan, lokasi “Eks Panorama” diduga kuat telah melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) mengunakan lebih dari 4 unit alat berat excavator. Kegiatan tersebut diduga mengatas nama KUD Nomontang.

Sedangkan KUD Nomontang diketahui belum mengantongi persetujuan RKAB dari Kementerian ESDM, sehingga aktivitas pertambangan di eks panorama dipertanyakan legalitasnya meski ada IUP.

Masyarakat kini meminta APH menutup sementara lokasi Eks Panorama sampai RKAB diterbitkan. Kegiatan tersebut ditakutkan terjadi pencemaran lingkungan, limbah dibuang ke sungai yang mengalir ke Desa Buyandi dan Molobog.

Menurut Aktivis lingkungan Sulut Yudi Batalipu menyakini, KUD Nomontang sedang memenuhi ketaatan RKAB. Sehingga harus berkesesuaian, di wilayah koperasi KUD belum bisa ada kegiatan pertambangan.

“Data yang diperoleh, ada keterlibatan alat berat berskala besar sedang beroperasi dan melibatkan oknum WNA asal China di lokasi panorama. Mirisnya, warga dilarang mengambil sisa material batu-batu lepas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka,” Ucap Yudi Batalipu.

Lanjutnya, kawasan pertambangan tersebut masih dalam pengawasan dan belum bisa beroperasi, dikarenakan belum ada RKAB. Tapi kenapa bisa ada aktivitas pertambangan dilokasi panorama.

“Saya mendesak Tipidter Bareskrim Mabes polri melakukan penindakan hukum. Diduga kuat TIM alias theres warga menado, mantan caleg dan ketua ormas yang mengendalikan aktivitas pertambangan di panorama, selain itu, theres melibatkan pengawas JK alias Joko dan ML,” terang Yudi Batalipu.

Adapun Sumber dana aktivitas pertambangan di lokasi panorama diduga dari investor China asal Singapura. Tambahnya.

Hingga berita ini dipublish pihak-pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi dan belum memberikan keterangan. Adapun pihak yang diduga masih dalam Status praduga tak bersalah karena belum ada putusan pengadilan.

 

Check Also

Penebangan Pohon Di Jalur Paloko Kinalang LSM FSR Kota Surati Dinas Terkait

PORTALBMR KOTAMOBAGU – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Suara Rakyat Kota (FSR Kota) Ando …