Berikut Langkah Pemkot Kotamobagu Dalam Penanganan Stunting

PortalBMR, KOTAMOBAGU – Penangan stunting atau masalah kurang gizi kronis mengakibatkan gangguan pertumbuhan anak-anak, terus menjadi konsisten pemerintah Kota Kotamobagu.

Walikota Kotamobagu Tatong Bara saat mengikuti rapat korev Stunting bersama gubernur Sulut menyampaikan, pemerintah Kotamobagu fokus dan konsisten dalam penanganan Stunting, baik dalam bantuan dan kegiatan penanganan daerah rawan Stunting.

“komitmen Pemkot kotamobagu dalam penanganan stunting, yakni, melalui rencana aksi daerah untuk pangan gizi kota kotamobagu,” ujar Walikota Kotamobagu.

Disampaikan, Pemkot Kotamobagu mendata di tahun 2021 terdapat 205 balita stunting di Kota Kotamobagu dari total 4151 Balita. Lanjutnya, pada Dinas Ketahanan Pangan tahun 2021 juga telah disiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebesar 52 ton.

Pun – keseriusan lain dalam penanganan Stunting, ada juga bantuan kegiatan penanganan daerah rawan pangan (PDRP) sebanyak 575 paket sembako yang diperuntukan untuk penanganan stunting/gizi kurang.

pemerintah kota kotamobagu juga mempunyai 6 bantuan pemberdayaan kelompok wanita, melalui kegiatan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang dialokasikan pada desa/kelurahan yang terdapat stunting.

Check Also

Aktivis Mendesak Tipidter Mabes Polri Tindak PETI Di Lokosina Kabupaten Bolsel

PORTALBMR BOLSEL – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Lokosina, Desa Dumagin B, …