<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bau Menyengat..! SatPol-PP Kotamobagu Bersama Tim Terpadu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat | PortalBMR.com</title>
	<atom:link href="https://www.portalbmr.com/tag/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.portalbmr.com/tag/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/</link>
	<description>Portal Berita Bolaang Mongondow Raya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2019 11:08:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<item>
		<title>Bau Menyengat..! SatPol-PP Kotamobagu Bersama Tim Terpadu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat</title>
		<link>https://www.portalbmr.com/2019/09/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/</link>
					<comments>https://www.portalbmr.com/2019/09/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rusli Abdjul]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2019 11:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kotamobagu]]></category>
		<category><![CDATA[Bau Menyengat..! SatPol-PP Kotamobagu Bersama Tim Terpadu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.portalbmr.com/?p=11540</guid>

					<description><![CDATA[<p>PortalBMR, KOTAMOBAGU – Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait bau menyengat yang ditimbulkan dari usaha peternakan babi. Selasa, (3/9/2019) Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) Kotamobagu bersama tim terpadu, terdiri dari unsur Pom dan unsur Korwas polres kotamobagu, langsung menuju lokasi peternakan kandang babi di Kopandakan 1 Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kepala Bidang (Kabid) ketertiban umum dan ketenteraman &#8230;</p>
<p>Posting <a href="https://www.portalbmr.com/2019/09/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/">Bau Menyengat..! SatPol-PP Kotamobagu Bersama Tim Terpadu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.portalbmr.com">PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">PortalBMR, KOTAMOBAGU</span></strong> – Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait bau menyengat yang ditimbulkan dari usaha peternakan babi. Selasa, (3/9/2019) Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) Kotamobagu bersama tim terpadu, terdiri dari unsur Pom dan unsur Korwas polres kotamobagu, langsung menuju lokasi peternakan kandang babi di Kopandakan 1 Kecamatan Kotamobagu Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Bidang (Kabid) ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat SatPol-PP Kotamobagu Bambang Dahlan, kepada media ini menyampaikan benar adanya laporan masyarakat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“memang benar, peternakan babi ini menimbulkan bau menyengat dilingkungan sekitar dan sangat menggangu, kandang ternak berada dekat dengan sarana pendidikan dengan jarak kandang, kurang lebih 15 meter dari SDN 3 Kopandakan 1” kata bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Lanjutnya, sesuai perda ketertiban umum no 9 tahun 2016 tertib lingkungan. Dilarang membangun kandang ternak kurang dari 400 meter dari pemukiman warga. Ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pihak dinas lingkungan hidup, dinas peternakan sudah melakukan pertemuan terkait peternakan babi dan telah menemui hasil kesepakatan bersama, baik jangka pendek 6 bulan dan jangka panjang 1,5 tahun. Tapi kesepakatan tersebut sudah berakhir pada bulan juli kemarin.</p>
<p style="text-align: justify;">“meski telah berakhir, pihak pemerintah melalui SatPol-PP masih melakukan pendekatan terus kepada Peternak. Namun apabila peternak tidak kopratip, maka kami akan tindak sesuai perda dengan sanksi 3 bulan kurungan badan (paling lama) atau denda 5 juta paling banyak” jelas bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara pemilik Peternakan babi Meity Sabar, sangat menerima kehadiran tim terpadu saat turun dilokasi terkait laporan masyarakat sekitar, yang terganggu dengan bau menyengat yang diakibatkan peternakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“kami berharap pemerintah dapat mencarikan solusi kepada kami untuk lokasi usaha peternakan, karena keuntungan usaha ini sangat membantu anak – anak kami sekolah, bahkan sampai ke bangku kuliah” ujar meity.</p>
<p style="text-align: justify;">Diketahui Jumlah Peternak Babi 41 Orang, dan Jumlah Ternak Babi 384 Ekor. Usia babi 1-9  bulan. Usia produktif 3-6 bulan. Untuk Lahan yang digunakan berstatus Milik sendiri dan sewa. Jenis Makanan Konsentrat/Konga.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>Posting <a href="https://www.portalbmr.com/2019/09/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/">Bau Menyengat..! SatPol-PP Kotamobagu Bersama Tim Terpadu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://www.portalbmr.com">PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.portalbmr.com/2019/09/bau-menyengat-satpol-pp-kotamobagu-bersama-tim-terpadu-tindak-lanjuti-laporan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
