PortalBMR BOLMONG – Warga masyarakat lokal yang berada di lingkar tambang perusahaan PT. J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) Desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus bernasib baik atau buruk akan kehadiran perusahaan PT JRBM.
Pekan kemarin pasca hujan mengguyur Desa Bakan. Tiga (3) tanggul penyangga PT JRBM jebol. Akibatnya, material bercampur lumpur terjun bebas menerjang desa bakan, hingga menyebabkan akses jalan penghubung antar kabupaten, perkebunan dan lahan persawahan warga porak poranda kena dampak banjir lumpur.
Selasa, 12 Agustus 2025 Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto S.H.M.H. langsung meninjau lokasi yang terdampak banjir.
Kapolres saat berada dilokasi bersama anggota langsung bergerak mencari informasi apa penyebab banjir, hingga bebatuan bercampur lumpur menutupi badan jalan, Perkebunan dan persawahan milik warga desa bakan.
Tak berselang lama, Kapolres yang ikut didampingi awak media dan Kapolsek Lolayan mencari penyebab banjir terjadi kepada Rudi Rumengan dan Taufik Pontoh yang mewakili perusahaan PT JRBM.
Menjawab pertanyaan Kapolres, Rudi Rumengan dan Taufik Pontoh mengatakan, penyebab banjir karena ada tanggul jebol. “Ada tiga tanggul di dalam lokasi jebol pak,” jawab Rudi Rumengan dan Taufik Pontoh mewakili perusahaan PT JRBM dalam pertanyaan Kapolres.
Mendengar ada tanggul PT JRBM jebol, Kapolres memerintahkan pihak PT JRBM mengidentifikasi kerugian masyarakat yang diakibatkan tanggul PT JRBM jebol hingga mengakibatkan banjir di desa Bakan. “Silahkan pihak perusahaan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” ujar Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto.
Akibat tiga tanggul penyangga PT JRBM jebol dan warga desa Bakan harus menerima bencana, perusahaan pertambangan emas PT JRBM ini menuai sorotan dari aktifis LSM dan masyarakat. Bahkan mereka meminta, perusahaan PT JRBM harus dikenakan sanksi hukum.
Desakan sanksi hukum kepada PT JRBM ini semakin kencang, selain tanggul jebol, aktifis lingkungan meminta pihak Dinas kehutanan dapat memproses hukum PT JRBM. Karena telah merusak dan memporak porandakan hutan penyangga.
“Hutan penyangga adalah kawasan hutan, yang berfungsi sebagai zona transisi atau pelindung antara kawasan inti wilayah di sekitarnya. Peran hutan penyangga untuk memastikan keberlanjutan ekologis serta sosial, dengan menjaga kesuburan tanah dan mencegah banjir serta erosi,” Sorot tajam pemerhati lingkungan Sutimin Tobuon.
Sudah jelas ucapan yang mewakili perusahaan penyebab banjir meterial bercampur lumpur, karena ada tiga tanggul penyangga PT JRBM jebol.
Nampak menghindari tanggung jawab dari desakan publik, kini PT JRBM melalui tim penelusuran berdalih penyebab banjir di desa Bakan karena ada tambang manual warga lokal. Alasan banjir desa Bakan terkesan karena ada aktivitas tambang warga lokal, dan bukan karena tanggul penyangga PT JRBM yang jebol nampak terpublish di media online.
Berkesan memutar balikkan fakta dan menuding penyebab banjir material bercampur lumpur karena tambang manual, memetik amarah warga desa Bakan.
“Kami hanya menambang manual dan tidak mengunakan alat berat jenis ekskavator, kalian bisa bayangkan, PT JRBM itu menggunakan puluhan bahkan ratusan alat excavator, anda bisa bayangkan kerusakan hutan yang di porak porandakan oleh PT JRBM.” Ungkap penambang.
Mestinya kami warga lingkar tambang sejahtera adanya PT JRBM, bukan semacam ini. Setiap musim penghujan desa kami kena dampak. Desa kami dikenal ada perusahaan emas besar, tapi untuk menopang kehidupan kami warga desa Bakan harus mencari pekerjaan, karena kami tidak ada wilayah pertambangan.
“Yang ada, hanya gunung kami ditambang oleh mereka, kami tidak diberi lahan tambang, Kami hanya bisa bertambang menyambung kehidupan sehari-hari di lahan kami sendiri, itu-pun kami terus di jajah alias di teror oleh perusahaan. Kami secara psikologis tertekan, Jika sudah seperti ini, jangan salahkan kami, jika kami harus Menolak PT JRBM,” ketus serentak warga penambang manual.
Dengan wajah letih dan penuh amarah para penambang lokal mengatakan, Kurang lebih Lahan tambang manual kami warga lokal itu 1 hektar. Sementara PT JRBM bekerja melakukan penambangan, penggundulan hutan ratusan hektare dan menggunakan ratusan ekzavator. Logika Mana, jika luasan 1 hektar bisa menyebabkan banjir di desa bakan.
“Kami hanya menyambung hidup untuk keberlangsungan hidup keluarga kami, Jangan ganggu kami, jika kalian juga tidak ingin di ganggu,” pesan serentak penambang lokal.
PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita Portal Berita Bolaang Mongondow Raya