Kerahkan Alat Berat, Bupati Yasti Terun Langsung di Lokasi Tanah Longsor dan Banjir di Bolmong

Bupati Yasti: “saya berharap agar warga terus tingkatkan kewaspadaan. Senin akan kita turunkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor,”

PortalBMR, BOLMONG – Intensitas curah hujan diwilayah Kabupten Bolaang Mongondow Raya Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup tinggi. Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang di apit oleh pegunungan dan banyak Daerah Aliran Sungai (DAS), masih bisa menyerap air hujan yang turun dalam sepekan. Namun pada hari Jumat, (16/07/2021) terjadi curah hujan tinggi sepanjang 1×24 jam, akhirnya, bebarapa titik akses jalan Trans AKD Bolmong harus putus diakibatkan tertimbun tanah pegunungan yang longsor, serta jembatan gantung untuk penyebrangan masyarakat juga putus dihantam banjir. Hal tersebut membuat di beberapa titik jalur trans Sulawesi tepatnya di Kecamatan Bolaang mengalami kemacetan panjang.

Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow didampingi sejumlah pimpinan OPD, bersama Kapolres Bolmong AKBP Nova Surentu SH MH turun langsung ke lokasi untuk meninjau sekaligus mengimbau warga untuk lebih waspada banjir dan tanah longsor susulan.

“Intensitas curah hujan tidak menentu. Warga diimbau untuk tingkatkatkan kewaspadaan,” ujar Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat meninjau lokasi longsor di Desa Komangaan Kecamatan Bolaang Sabtu 17 Juli 2021.

Setiba di lokasi disampikan, di Kecamatan Bolaang, terdapat tiga titik longsor. Dua titik longsor tepatnya di Desa Solimandungan dan satu titik longsor di Desa Komangaan.

Melihat kondisi longsor Bupati yasti langsung memerintah semua stakholder khususnya BPBD, segera menurunkan alat berat ke lokasi untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor “Koordinasi dengan balai jalan terus dilakukan dan Alhamdulillah akses jalan mulai bisa dilalui meski dengan sistem buka tutup,” kata Bupati.

Diketahui, Bupati Yasti mengunjungi empat lokasi. Yakni Kecamatan Bolaang, Kecamatan Bolaang Timur dan Kecamatan Poigar.

Dijelaskan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mendata warga yang terdampak banjir dan tanah longsor untuk segera diberikan bantuan. “Senin akan kita turunkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor,” kata Bupati

Pun – Yasti meminta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan di pebukitan tetap waspada. Selain mengimbau warga, Bupati juga terus berkoordinasi dengan balai jalan untuk meminta bantuan alat berat guna membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan.

Saat yang sama, Kepala BPBD Bolmong Sahril Mokoagow menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Jumat, yang mengakibatkan longsor di dua titik, tepatnya di Desa Solimandungan dan Desa Komangaan.

Diketahui, akses jalan Bolaang Mongondow – Kotamobagu tertimbun akibat tanah longsor sudah dapat dilalui kendaraan bermotor pada pukul 06.30 Wita, dengan sistem buka tutup. Untuk longsor di Desa Komangaan dengan panjang 150 meter tinggi material longsor mencapai 4 meter.

Ada-pun desa-desa yang terdampak banjir terjadi di Desa Lolan II Kecamatan Bolaang Timur meliputi Dusun III, IV, V dan VI dengan jumlah 150 Kepala Keluarga. Sedangkan korban kerusakan rumah akibat longsor terjadi di Desa Mariri II kata Sahril
“Kondisi rumah korban Rusak Total. Saat ini korban mengungsi dirumah saudara korban,” jelasnya.

Saat ini upaya yang dilakukan antara pemerintah daerah bersama balai jalan Provinsi Sulut dan pemerintah kecamatan, terus berusaha membuka jalan dengan menggunakan alat berat eksavator dan buldozer. Serta pengaman dari pihak polres Bolmong dan TNI (*)

Bagikan

Komentar Facebook

Komentar

x

Berita Lainnya

Polda Sulut Salurkan Bansos Bagi Purnawirawan dan Warakawuri

PortalBMR, SULUT – Polda Sulawesi Utara menyalurkan bantuan sosial berupa ...