BUMDes Diahrapkan Jadi Mesin Penggerak PADes di Desa.

PortalBMR, KOTAMOBAGU – Para Kepala Desa (Sangadi/red) di Kota Kotamobagu diminta untuk melakukan evaluasi atau revitalisasi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pasalnya, beberapa kelemahan BUMDes di 15 Desa menyebabkan BUMDes tidak berkembang secara maksimal.

Data hasil evaluasi BUMDes tahun 2020 yang diperoleh dari pihak Dinas PMD Kota Kotamobagu dan tenaga ahli pendamping Desa, mendapati kelemahan kelemahan BUMDes. Diantaranya, SDM tidak serius menggurus BUMDes, karena ada yang menggelola usaha sendiri, penggurus BUMDes berstatus PNS, Honorer dan Karyawan Swasta, BUMDes tidak memiliki kantor, administrasi dan pembukuan tidak tepat, SDM tidak memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan berjiwa bisnis, serta masih ada beberapa kelemahan lainnya.

“Jika pengurus BUMDes ASN atau karyawan Swasta, pasti dia bukan sibuk memajukan usaha BUMDes, karena mereka sibuk sebagai ASN atau karyawan swasta. BUMDes harus memiliki kantor yang disiapkan oleh Pemerintah Desa maupun di kontrak oleh penggurus BUMDes. Kantor BUMDes tidak disarankan serumah dengan salah satu penggurus BUMDes atau aparat Desa,” jelas Korkab pendamping desa Kotamobagu Sarifah Eva Buntuan SE.

Selain itu tambahnya, BUMDes harus memiliki 1 unit Komputer operasional, serta BUMDes wajib memiliki 1 buah HP Android untuk memudahkan kegiatan sehari hari. Selain itu, penyertaan modal BUMDes harus dikaji berdasarkan proposal yang diajukan oleh penggurus BUMDes, sebelum pembahasan anggaran di Desa. Dimana setiap penyertan modal hanya fokus pada satu jenis usaha.

“Perlu digaris bawahi, penyertaan modal BUMDes diberikan dengan cara transfer dari rekening Desa ke rekening BUMDes,” tegasnya.

Olehnya, ia pun kami berharap para Sangadi di Kotamobagu dapat melakukan revitalisasi atau evaluasi BUMDes. Sehingga BUMDes akan hidup dan menjadi salah satu mesin penggerak PADes di Desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kotamobagu, Usmar Mamonto menambahkan, dengan adanya BUMDes bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di desa, dengan usaha produktif yang dilakukan untuk pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran serta meningkatkan kemandirin dan penguatan ekonomi di desa.

“Nah, salah satu cara memulihkan roda perekonomian di desa, di masa pandemi ini adalah dengan mengoptimalkan BUMDes dengan berbagai strategi dan penguatannya. Untuk itu, perlu adanya peran aktif Sangadi dan masyarakat untuk bersama sama meningkatkan performa BUMDes,” imbuhnya. (*)

Bagikan

Komentar Facebook

Komentar

x

Berita Lainnya

Ketum DPP LPK-RI Resmi Buka Raker di Provinsi Jawa Timur, Stevi: Kita Harus Bangga Berseragam LPK-RI

PortalBMR, SULUT – Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesi (LPK-RI) Provinsi ...