PortalBMR, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) dan Polres Kotamobagu, berhasil mendamaikan warga dua kampung yang terlibat perkelahian antara kampung (Tarkam).
Menindak lanjuti hasil kesepakatan damai dalam pertemuan awal warga dua kampung, 11 september 2019 di hotel sutan raja. Kamis, 12 september 2019 dilanjutkan dengan deklarasi damai warga dua desa. Yakni, Desa Pinobautan (Tambun) dan Kelurahan Imandi. Lokasi deklarasi bertempat di perbatasan antara dua kampung, tepatnya dilapangan Imandi. Dari pantauan, kedua warga kampung tambun dan imandi hadir dan menjadi satu dilokasi deklarasi.
Dihadapan warga dua kampung yang terlibat perkelahian. Bupati Bolmong Dra, Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow mengajak masyarakat dua kampung untuk tak melupakan tanggal deklarasi ini sebagai pengingat, agar di kemudian hari tidak terjadi lagi pertikaian serupa.
“mari sama-sama kita ingat tanggal 12 September tahun 2019 telah kita akhiri semua bentuk pertikaian, mari kita masuk dan membuka lembaran yang baru. Kita ciptakan kedamaian di tanah Bolaang Mongondow. Damai itu indah”, kata bupati bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow yang turut disaksikan Wakapolda Sulut Brigjen Pol Alexander Marten Mandalika, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan.
Bupati berharap deklarasi ini menjadi sejarah untuk kabupaten bolmong khususnya, masyarakat di Kelurahan Imandi dan Desa Pinobatuan (Tambun) untuk tercipta kedamaian selama-lamanya.
“Mudah-mudahan hari ini hadir di tengah-tengah kita, saling menyayangi, saling mengasihi, mengingatkan satu sama lain. Kita berdamai karena damai itu indah”, ucapnya.
Dijelaskan, nantinya akan membangun pos jaga yang permanen di antara dua kampung bertetangga itu. “Kami akan membangun pos yang permanen dan ada petugas kepolisian yang akan berjaga 1×24 jam. Ini kita sudah sepakati bersama dan secepatnya akan kita laksanakan pembangunan pos tersebut” jelasnya.
Dikesempatan Waka Polda Sulut Brigjen Pol Alexander Marten Mandalika menuturkan. Tujuan dari kepolisian sangat mulia. Menurutnya, sejak tahun 2004 pertikaian ini tidak pernah selesai.
“Kapolda mengutus saya sebagai putra daerah untuk datang menyelesaikan persoalan ini. karena Sulut cerminan hidup damai, rukun. Masih ingat tahun 1998 saat kerusuhan di Jakarta? Daerah paling damai terbanyak adalah Sulut. Itu adalah indikasi Sulut itu aman,” katanya
Sementara Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F Siahaan dihadapan warga dua kampung manyampaikan, sudah menerima aspirasi masyarakat, dan akan menjalankan sesuai dengan permintaan yang sudah disepakati bersama.
“kami akan melakukan tindakan yang tidak pandang bulu. Siapa saja yang melanggar, akan kami lakukan tindakan berdasarkan hukum,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan kedinasan, atas yang menimpa masyarakat warga dua kampung, akibat tindakan tegas yang dilakukan aparat pengamanan.
“Memang sudah seperti itu prosedurnya. Kami lakukan penembakan gas air mata mungkin ada yang usap-usap mata. Begitu juga dengan kita, Aparat saya juga sama-sama merasakan pedihnya gas air mata. Oleh sebab itu, kemarin kita sudah melakukan pertemuan kedua belah pihak, saya bersyukur,” tuturnya.
PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita Portal Berita Bolaang Mongondow Raya
