PortalBMR, BOLTIM – Peerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Sosial (DINSOS) Boltim, anggarkan bantuan anak putus sekolah tahun 2019 sebesar Rp 85 juta rupiah. Anggaran tersebut diperuntukkan kepada 20 anak putus sekolah. Diantaranya 10 Laki-laki dan 10 Perempuan, Untuk diberikan pelatihan berupa perbengkel dan menjahit.
Menurut Kepala Dinas Sosial Rudi Malah Hal tersebut merupakan hasil dari usulan Desa, “Kami terima usulan ini, dari desa untuk 20 anak putus sekolah,” ujar Rudi Malah, Senin (17/6/2019).
Nantinya usulan dari desa, akan diverifikasi kembali oleh dinas sosial Boltim terhadap 20 anak putus sekolah. Sekarang, dinas telah mengusulkan untuk pelatihan dan beli peralatan bengkel serta mesin jahit. Selain itu juga ada bantuan untuk eks napi, cacat dan rawan sosial.
Kepala Seksi Tuna Sosial, Rehabilitasi dan Korban Perdagang Orang, Dinas Sosial, Vivi Dunggio mengatakan, sudah sebagian besar berkas sudah masukan dari desa. Padahal pemerintah Boltim anggarkan Rp158 juta rupiah pada 2019 total 15 orang eks narapidana, yang akan diberikan bantuan.
Bantuan itu yakni mesin paras dan mesin sensor. Anggaran disediakan rawan sosial Rp 152 juta rupiah untuk 25 orang dan cacat 100 paket Rp150 juta rupiah. Total anggaran bantuan sosial Rp 460 juta rupiah.
“Kami usahakan, semua program dapat terlaksana dengan baik,” ujar Vivi.
PORTAL BMR | Dibalik Berita Ada Cerita Portal Berita Bolaang Mongondow Raya