Tim Pansus Dapati Pelabuhan PT. Conch Tak ada Izin Tapi Terus Membangun

Terkait TKA, Mr Wang Pimpinan PT Conch Tak Memberikan Jawaban Yang Jelas

PortalBMR, Bolmong – Panitia khusus DPRD Bolmong terus bekerja. Sebelumnya pansus telah melakukan klarifikasi izin yang dimiliki PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC), dengan beberapa instansi terkait, dan kini tim pansus telah melangkah pada tahap pemeriksaan lapangan.

Selaku ketua tim pansus DPRD Bolmong.Yusra Alhabsy mengatakan pihaknya sudah menyusun agenda, diantaranya dengar pendapat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan juga instansi terkait Pemkab Bolmong.

“Sebelumnya kami sudah bertemu dengan instansi terkait di Pemerintah Provinsi, dan untuk tahapan selanjutnya tinggal mengkrocek lapangan,” ujar Yusra, Rabu (2/8/2017).

Kamis (3/8/2017) tim Pansus yang terdiri dari masing-masing perwakilan fraksi ini akan langsung mengadakan peninjauan dilapangan.

“Kami meninjau langsung dilapangan, dari hasil pertemuan juga dengan instansi Pemkab Bolmong, soal ijin dan juga retribusi galian C yang hingga sekarang belum disetor ke kas daerah, maka kami tinjau berapa aktivitas galian C yang sudah bekerja sama dengan PT Conch, serta adanya pelabuhan yang telah dibangun tidak mengantongi ijin,” katanya.

Saat dilakukan pertemuan, PT Conch berdalih bahwa bangunan mess yang telah didirikan tersebut bersifat sementara dan tidak perlu mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Ini hanya sementara, jadi kami kira tak perlu ada IMB. Karena suatu waktu bangunan ini akan diratakan,” ujar Gunawan, Humas PT Conch saat lakukan pertemuan dengan Pansus PT Conch dan Pemkab Bolmong, serta instansi terkait lainnya.

Disisi lain, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Bolmong, tidak menerima pernyataan Humas PT Conch tersebut, menurutnya meski ada bangunan sementara seharusnya harus ada IMB

“Sesuai aturan, harus ada IMB. Kami studi banding di Kalimantan. Meski bangunan sementara, mereka tetap membuat IMB,” kata Usman Buchari Sekretaris KPTSP

Diketahui, keberadaan mess karyawan tersebut yang menyeret Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow ke dalam kasus hukum dugaan perusakan bangunan. karena Mess terbuat dari dinding beton dan terdiri dari kamar-kamar. Ada sekitar lima deretan bangunan di mess.

Kunjungan Pansus Conch dan Pemkab Bolmong tersebut juga membahas soal keberadaan tenaga kerja asing. karena data TKA di kantor imigrasi kelas III Kotamobagu dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bolmong berbeda-beda.

Mr Wang, pimpinan PT Conch tak memberikan jawaban yang jelas. Sebab menurutnya, para TKA ini merupakan tanggung jawab sub perusahaan sebagai penyalur TKA. Tercatat ada 10 sub perusahaan penyalur TKA.

Pertemuan pun berlanjut dengan pimpinan MCC, perusahaan penyalur TKA terbesar di areal pabrik Conch ini. Dalam keterangan Mr. Cheng, melalui penerjemah bahasa cina, data yang tak sesuai ini karena sudah banyak TKA yang pulang. Dengan TKA yang datang.

Alasan ini lagi-lagi tak diterima pihak pansus dan pemkab. Sebab data di imigrasi adalah data online dan valid. Mereka mempertanyakan kenapa sampai ada TKA yang tak terdaftar.

Pansus pun meminta data valid berapa TKA di areal pabrik lengkap dengan tempat tinggalnya. Namun perusahaan meminta waktu hingga pekan depan untuk mengumpulkan data itu.

Dalam pertemuan ini, belum ada titik temu antara pansus, pemkab dan perusahaan. Perusahaan belum bisa menjelaskan dengan detail kenapa ada perbedaan data TKA di pemerintah dan perusahaan.

Usai pertemuan di dalam ruangan tersebut, pansus dan Pemkab Bolmong, melanjutkan. Peninjauan pelabuhan PT Conch. Pelabuhan ini belum ada ijin dan sementara dalam pembangunan.(*ra*)

 

Bagikan

Komentar Facebook

Komentar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Mango Creamy Buatan Avita Jadi Buruan

PortalBMR, KOTAMOBAGU – Warga Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Avita ...